Jakarta – Teknologi Chery Super Hybrid menjadi pusat perhatian dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Chery menghadirkan jajaran SUV berbasis sistem hybrid terlengkap yang pernah ditampilkan di pameran otomotif nasional, sekaligus menegaskan komitmennya di segmen kendaraan ramah lingkungan.
Fokus di segmen SUV ramah lingkungan, Chery menjawab kebutuhan kendaraan green energy melalui teknologi plug-in hybrid yang memadukan performa tinggi dan efisiensi bahan bakar maksimal.
Salah satu model yang menjadi sorotan adalah Chery Tiggo 8 CSH, SUV hybrid yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.300 km hanya dalam sekali pengisian bahan bakar dan baterai.
Chery Super Hybrid (CSH) merupakan inovasi teknologi yang menggabungkan kendaraan listrik (EV) dengan mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE). Sistem ini dirancang untuk memberikan efisiensi optimal tanpa mengorbankan performa.
Pada Tiggo 8 CSH, Chery menyematkan mesin 1.5L 4-silinder Turbo Direct Injection (ACTECO H4J15) dengan teknologi Deep Miller Cycle. Mesin tersebut dipadukan dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) dan motor listrik bertenaga besar.
Mesin 16 valve multi point fuel injection tersebut mampu menghasilkan tenaga 96 PS dengan torsi puncak 120 Nm. Sementara motor listriknya menyuplai tenaga hingga 204 PS dan torsi 310 Nm. Kombinasi keduanya membuat Chery Tiggo 8 CSH mampu berakselerasi dari 0–60 km/jam hanya dalam 4,1 detik.
Seluruh sistem dikendalikan oleh Quad-core Dual-motor Control Unit (MCU) yang memastikan distribusi tenaga berjalan optimal, termasuk pengaturan penggunaan mesin bensin, motor listrik, hingga proses pengisian baterai berkapasitas 18,3 kWh.
Untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, Chery Tiggo 8 CSH dilengkapi tiga pilihan mode berkendara, yaitu Smart Mode, EV Mode, dan Force Mode.
Teknologi CSH memungkinkan adanya 9 kombinasi penggunaan dan perpindahan tenaga antara mesin dan motor listrik. Sistem akan secara otomatis menentukan kapan kendaraan menggunakan tenaga listrik penuh, mesin bensin, atau kombinasi keduanya.
Ketika kapasitas baterai turun hingga 20 persen, mesin akan bekerja maksimal untuk mengisi ulang daya hingga 80 persen. Setelah kebutuhan daya tercukupi, sistem otomatis kembali menggunakan motor listrik demi menjaga efisiensi.
Tak hanya itu, Chery juga menyematkan teknologi regenerative braking yang mengubah energi pengereman menjadi energi listrik untuk mengisi baterai.
Meski mengusung teknologi hybrid dengan mesin ICE, Chery Tiggo 8 CSH tetap menawarkan tingkat kesenyapan terbaik di kelasnya. Hal ini berkat teknologi hydraulic suspension pada bagian mesin yang mampu meredam getaran dan mengurangi kebisingan ke dalam kabin.
Dari sisi struktur, SUV ini masih menggunakan platform generasi sebelumnya dengan material kokoh yang dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi penumpang.
Sebagai komponen vital pada kendaraan hybrid, Chery memberikan perhatian serius pada keamanan baterai Tiggo 8 CSH. Baterai tersebut telah melalui pengujian ekstrem, termasuk uji rendam selama 53 jam di kedalaman 1 meter.
Hasilnya, bagian dalam baterai tetap aman dari kontaminasi dan berfungsi normal. Selain itu, baterai juga lolos uji suhu ekstrem hingga 65 derajat Celcius tanpa mengalami kendala berarti.
Pengujian lain seperti crush test dan berbagai tes ketahanan juga dilakukan untuk memastikan keamanan dan keandalan kendaraan dalam berbagai kondisi.
Kehadiran jajaran SUV Chery Super Hybrid di IIMS 2026 menegaskan komitmen Chery dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan dengan teknologi canggih dan efisiensi tinggi di pasar Indonesia.
Dengan kombinasi performa impresif, efisiensi bahan bakar hingga 1.300 km, serta standar keamanan baterai yang telah teruji, Chery Tiggo 8 CSH menjadi salah satu SUV hybrid yang patut diperhitungkan di segmen kendaraan elektrifikasi Tanah Air.
