Jakarta – Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) melalui School of Government (SOG) kembali menggelar program unggulannya, ERIA School of Government Leadership Lecture Series.
Dalam seri ketiga tahun ini, ERIA menghadirkan H.E. Abhisit Vejjajiva, Perdana Menteri Kerajaan Thailand ke-27, sebagai pembicara utama.
Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para pemimpin, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk mendiskusikan tantangan kepemimpinan di tengah dinamika politik dan ekonomi kawasan Asia Tenggara yang semakin kompleks.
Dalam kuliah kepemimpinan yang inspiratif, H.E. Abhisit Vejjajiva menelusuri perjalanan politik Thailand serta menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan prinsip, integritas, dan keberanian.
“Kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa mudah keputusan dibuat, tetapi dari keberanian untuk mengambil keputusan yang benar meski berisiko secara politik” ujar Abhisit dalam sesinya.
Ia menekankan bahwa pemimpin di era modern harus mampu menyeimbangkan stabilitas nasional dan nilai-nilai demokrasi, sambil menghadapi tantangan global seperti ketimpangan ekonomi, polarisasi politik, serta perubahan sosial yang cepat.
Abhisit juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama regional antarnegara ASEAN dan Asia Timur untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Prof. Nobuhiro Aizawa, Dekan sekaligus Managing Director ERIA School of Government, menyambut kehadiran Abhisit dengan penuh antusiasme. Ia menilai bahwa kuliah kepemimpinan ini menunjukkan komitmen ERIA dalam mendorong dialog lintas negara dan lintas generasi di kawasan Asia Timur dan ASEAN.
“Kepemimpinan bukan hanya tentang membuat keputusan, tetapi tentang kemampuan memahami, berempati, dan menginspirasi orang lain untuk maju bersama” ujar Prof. Aizawa.
Ia juga menegaskan pentingnya mentransfer pengalaman dan nilai-nilai kepemimpinan kepada generasi muda agar mereka siap menjadi pembuat kebijakan dan pemikir masa depan yang visioner.
Menurutnya, di tengah polarisasi politik yang semakin tajam, para pemimpin perlu meninjau kembali peran partai politik dan kemauan politik dalam memperkuat kerja sama regional serta menjaga kepentingan jangka panjang kawasan.
Acara ini dihadiri oleh para diplomat, pembuat kebijakan, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai negara di kawasan Asia Timur dan ASEAN. Mereka berdiskusi mengenai tata kelola pemerintahan demokratis, nilai-nilai kepemimpinan publik, serta penguatan kerja sama regional.
Melalui program Leadership Lecture Series, ERIA School of Government berkomitmen untuk menumbuhkan generasi pemimpin yang memahami tantangan kawasan dan memiliki visi jangka panjang.
“Program ini menjadi wadah bagi para tokoh berpengalaman untuk berbagi pandangan tentang pemerintahan, diplomasi, dan pembangunan memberikan pembelajaran berharga bagi upaya memperkuat peran ASEAN di masa depan” Jelas Prof. Aizawa.
