Kemenko PMK Instruksikan Kesiagaan Hadapi Kemungkinan Krisis Pangan Akibat Kemarau

Kemenko PMK Instruksikan Kesiagaan Hadapi Kemungkinan Krisis Pangan Akibat Kemarau

 

Lensautama.com – Berita tentang kerawanan pangan yang melanda masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Mausu Ane Negeri Maneo Rendah di Seram Utara, Maluku Tengah, sudah terpantau oleh Kantor Kementerian Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Menko PMK Puan Maharani telah menginstruksikan agar Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana melakukan koordinasi dan mengambil langkah cepat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ‘’Kita sedang cek melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ’’ tutur Asisten Deputi Tanggap Cepat Bencana, Joko Joewono yang ditemui di kantor Kemenko PMK di Medan Merdeka Barat Jakarta, Selasa (24/7).

Kemenko PMK masih menunggu hasil pengecekan BNPB, termasuk tentang kabar bahwa krisis pangan di Seram Utara itu telah menelan korban tiga jiwa – seorang lansia dan dua anak-anak. Menurut Joewono, bila skala krisis pangan tersebut tidak terlalu besar, BPBD Bersama Pemkab dan Pemprov mestinya mampu menanggulanginya dengan mengerahkan sumberdaya daerah, termasuk anggaran. ‘’Bila skalanya meluas tentu pihak kementerian dan lembaga terkait akan turun tangan,’’ ujarnya.

Sejauh ini, menurut berita yang tersiar, penyusutan cadangan pangan di Seram Utara itu disebabkan hama babi dan tikus yang menyerang kebun dan ladang warga. Namun, menurut Joewono pula, tidak tertutup kemungkinan siklus kemarau juga memberi andil bagi penciutan sumber pangan di daerah. ‘’Menko PMK juga telah menginstruksikan kita agar memantau dan mewaspadai dampak kemarau ini terkait dengan cadangan bahan pangan,’’ ungkap Joewono.

Sejauh ini, meski dampak kemarau sudah terasa di berbagai tempat, laporan tentang krisis pangan belum banyak terdengar. ‘’Tapi kami terus memantau, waspada dan siaga untuk bertindak,’’ kata Asisten Deputi Tanggap Cepat Bencana tersebut.

Komentar pembaca