Jakarta – TMMIN atau PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia kembali mencatatkan pencapaian dalam industri otomotif nasional melalui keberhasilannya meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA.
Penghargaan ini diberikan atas kontribusi perusahaan dalam memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas untuk memperluas pasar ekspor kendaraan dan produk otomotif buatan Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Rabu (14/10/2026), dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menjadi salah satu ajang untuk memperkenalkan potensi produk Indonesia kepada pasar internasional.
Penghargaan ini sekaligus menandai perjalanan 55 tahun Toyota di Indonesia dalam mengembangkan kemampuan manufaktur, memperluas jaringan pemasok, serta meningkatkan daya saing produk otomotif nasional di pasar global.
Sejak melakukan ekspor perdana pada 1987, Toyota Indonesia terus memperluas jangkauan pasarnya ke berbagai negara. Hingga September 2026, total ekspor kendaraan utuh atau Completely Built-Up (CBU) produksi lokal Toyota mencapai 3.375.490 unit.
Kendaraan tersebut telah dipasarkan ke lebih dari 100 negara yang tersebar di kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.
Selain kendaraan utuh, kegiatan ekspor TMMIN juga mencakup kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knocked-Down (CKD), komponen kendaraan, mesin utuh, komponen mesin, serta dies dan jig untuk mendukung kebutuhan produksi Toyota di berbagai negara.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi TMMIN tidak hanya terbatas pada produksi kendaraan untuk pasar domestik, tetapi juga mencakup penguatan rantai pasok otomotif global melalui produk manufaktur yang dihasilkan di Indonesia.
Dalam memperluas pasar internasional, TMMIN memanfaatkan sejumlah perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan negara mitra dagang.
Beberapa skema yang dimanfaatkan meliputi Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), termasuk User Specific Duty Free Scheme (USDFS), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), serta Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Pemanfaatan fasilitas perdagangan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mendukung akses produk otomotif buatan Indonesia ke pasar Jepang, negara-negara ASEAN, serta Uni Emirat Arab.
Keberadaan perjanjian perdagangan ini menjadi salah satu faktor pendukung bagi industri otomotif nasional untuk memperluas jangkauan ekspor dan meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.
Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas penghargaan yang diberikan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan atas penghargaan Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA. Penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang TMMIN dalam mengembangkan kegiatan manufaktur dan ekspor dari Indonesia, yang didukung oleh berbagai pihak” ujar Nandi.
Ia berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat membuka akses ke pasar baru sehingga produk otomotif buatan Indonesia mampu menjangkau lebih banyak negara.
Kinerja ekspor TMMIN juga berkontribusi terhadap perkembangan ekspor kendaraan utuh nasional sepanjang 2026.
Hingga kuartal III 2026, ekspor kendaraan CBU bermerek Toyota mencapai 223.696 unit. Jumlah tersebut setara dengan 60,3 persen dari total ekspor CBU nasional yang tercatat sebanyak 371.260 unit.
Dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, ekspor CBU Toyota tumbuh 2,5 persen.
Angka tersebut menunjukkan peran Toyota Indonesia dalam mendukung kinerja ekspor otomotif nasional, sekaligus mempertahankan posisi manufaktur Indonesia sebagai bagian dari jaringan produksi Toyota untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
Di balik kegiatan produksi tersebut, TMMIN turut didukung oleh ekosistem industri yang melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja dan 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3.
Keterlibatan tenaga kerja dan pemasok menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan proses produksi, meningkatkan kemampuan industri komponen, serta memenuhi standar dan kebutuhan konsumen internasional.
Seiring dengan perkembangan teknologi otomotif global, TMMIN terus memperluas kontribusi Indonesia dalam produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi.
Salah satu pencapaian yang terlihat adalah peningkatan ekspor Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Toyota Yaris Cross HEV.
Hingga kuartal III 2026, ekspor kedua model kendaraan hybrid produksi Indonesia tersebut mencapai 25.752 unit. Angka ini meningkat 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain mengekspor kendaraan hybrid utuh, TMMIN juga merencanakan realisasi ekspor HEV battery pack assembly pada paruh kedua 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan produk manufaktur Indonesia, termasuk komponen utama yang mendukung pengembangan kendaraan elektrifikasi.
Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana, mengatakan bahwa transformasi menuju elektrifikasi menghadirkan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok.
“Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan elektrifikasi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam produksi dan ekspor kendaraan dengan teknologi tersebut” kata Nyoman.
Menurutnya, TMMIN terus berupaya meningkatkan ekspor produk elektrifikasi, baik berupa kendaraan utuh maupun komponen utama yang mendukung teknologi tersebut.
Pada paruh kedua 2026, perusahaan juga akan melakukan pengiriman langsung komponen otomotif untuk kebutuhan purnajual ke Amerika Serikat. Pengiriman ini menambah variasi produk manufaktur Indonesia yang dapat menjangkau pasar internasional.
Dalam penyelenggaraan TEI 2026, TMMIN turut memperkenalkan produk yang mencerminkan perkembangan industri manufaktur dan pembinaan produk lokal di Indonesia.
Salah satu produk yang dihadirkan adalah Kopi Wonosalam, produk lokal binaan yang telah didampingi sejak 2024. Dalam proses pembinaannya, TMMIN menerapkan Toyota Production System (TPS) untuk membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi.
Penerapan TPS menunjukkan bahwa pendekatan peningkatan efisiensi yang digunakan dalam industri otomotif juga dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan usaha lokal.
Selain kopi lokal, TMMIN menampilkan Veloz Hybrid Electric Vehicle (HEV) Cut Body untuk memperlihatkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi kendaraan elektrifikasi.
TMMIN juga menghadirkan Innova Zenix HEV Cash Carrier Vehicle (CCV), sebuah kendaraan konversi yang menunjukkan fleksibilitas produk Toyota untuk memenuhi beragam kebutuhan penggunaan.
Berbagai produk tersebut menggambarkan cakupan kegiatan TMMIN yang tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan manufaktur dan potensi produk lokal.
Raihan Primaniyarta Awards 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang TMMIN dalam mengembangkan industri otomotif Indonesia melalui produksi, ekspor, pemanfaatan perjanjian perdagangan, serta penguatan ekosistem pemasok.
Dengan total ekspor kumulatif mencapai lebih dari 3,37 juta unit kendaraan CBU hingga September 2026, Toyota Indonesia terus memperluas kontribusinya terhadap perdagangan internasional.
Ke depan, pengembangan kendaraan elektrifikasi, ekspor komponen, serta peningkatan kapabilitas rantai pasok menjadi bagian dari upaya TMMIN untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan manufaktur global Toyota.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional, memperluas akses pasar internasional, dan meningkatkan nilai tambah produk manufaktur yang dihasilkan di Indonesia.

