lensautama – Ducati mulai bersiap menghadapi tantangan baru pada MotoGP 2027. Manajer tim, Davide Tardozzi, mengakui mantan pembalap andalannya, Francesco “Pecco” Bagnaia, akan menjadi ancaman serius setelah resmi bergabung dengan Aprilia mulai musim depan.
Kepindahan Bagnaia mengakhiri kebersamaannya selama delapan musim bersama Ducati, yang telah dimulai sejak 2019. Keputusan tersebut diambil setelah Ducati memilih mempertahankan Marc Marquez sekaligus merekrut Pedro Acosta untuk memperkuat tim pada MotoGP 2027.
Sebelum MotoGP Belanda 2026 berlangsung, Aprilia mengumumkan secara resmi perekrutan Bagnaia dengan kontrak berdurasi empat tahun.
Davide Tardozzi mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Bagnaia selama membela Ducati. Meski demikian, ia menyadari situasi akan berubah ketika pembalap asal Italia itu membela rival utama mereka musim depan.
“Akan lucu karena hubungan pribadi yang kami bangun dengan Pecco selama delapan tahun itu. Akan lucu tahun depan jika dia menjadi lawan” Ungkap Tardozzi, dikutip dari Crash.
Ia juga mengaku penasaran melihat performa Bagnaia bersama motor Aprilia saat menjalani tes pramusim pertama.
“Kami menunggu untuk melihat dia setelah tes musim dingin pertama” lanjutnya.
Menurut Tardozzi, Ducati sangat memahami kualitas yang dimiliki Bagnaia. Pengalaman panjang bersama tim membuat mereka mengetahui kemampuan sesungguhnya dari juara dunia MotoGP tersebut.
“Kami tahu bahwa Pecco akan menjadi semacam masalah bagi kami karena kami tahu dia adalah pembalap yang sangat, sangat cepat” kata Tardozzi.
Pernyataan itu menunjukkan Ducati tidak menganggap remeh kekuatan Aprilia setelah mendapatkan salah satu pembalap terbaik di MotoGP.
Selama membela Ducati, Francesco Bagnaia mencatatkan prestasi yang luar biasa. Pembalap asal Italia itu sukses mempersembahkan dua gelar juara dunia MotoGP serta dua kali menjadi runner-up.
Selain itu, Bagnaia juga membukukan statistik impresif berupa 31 kemenangan balapan dan 63 podium, menjadikannya pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak dalam sejarah Ducati di kelas MotoGP.
Tardozzi pun memberikan penghormatan atas kontribusi besar yang telah diberikan Bagnaia selama delapan tahun terakhir.
“Kami akan selalu mengingatnya di hati kami, bukan hanya karena hasil yang ia berikan kepada kami. Dua kali juara dunia, 31 kemenangan, 63 podium, sesuatu yang luar biasa. Dia adalah pembalap paling banyak menang di Ducati” ungkapnya.
Meski akan menjadi rival mulai MotoGP 2027, Tardozzi menegaskan hubungan personal antara dirinya dan Bagnaia tidak akan berubah.
Baginya, Bagnaia bukan sekadar pembalap yang sukses membawa prestasi bagi Ducati, tetapi juga seorang sahabat.
“Pecco adalah seorang teman. Dia bukan hanya pembalap hebat untuk Ducati atau pria berbakat bagi Ducati. Dia adalah teman yang sangat baik dan akan tetap seperti itu di masa depan” tutup Tardozzi.
Dengan bergabungnya Bagnaia ke Aprilia, persaingan MotoGP 2027 diprediksi akan semakin sengit. Ducati kini harus menghadapi salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah mereka sebagai rival di lintasan, sementara Aprilia berharap kehadiran Bagnaia mampu membawa mereka menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara dunia.

