Jakarta – Menyambut musim balap 2026, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) resmi memperkenalkan tujuh pembalap muda yang siap berlaga di berbagai kejuaraan dunia dan Asia. Langkah ini menegaskan komitmen Yamaha dalam membina talenta muda Tanah Air agar mampu bersaing di level internasional.
Skuad Yamaha Racing Indonesia musim ini akan tampil di World Supersport, World Sportbike, Asia Road Racing Championship (ARRC), hingga Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship.
Sorotan utama tertuju pada Aldi Satya Mahendra yang tampil di ajang FIM Supersport World Championship menggunakan Yamaha YZF-R9. Pembalap yang bergabung dengan tim AS Racing tersebut langsung mengukir sejarah.

Pada seri pembuka di Phillip Island Grand Prix Circuit (20–22 Februari), Aldi sukses menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di World Supersport. Ia finis di posisi podium pada race 2 dan kini menempati peringkat kelima klasemen sementara.
Prestasi ini menjadi tonggak penting bagi Yamaha Racing Indonesia di pentas global.
Langkah mendunia Yamaha juga dilanjutkan oleh Arai Agaska Dibani Laksana yang menjalani debut di ajang FIM Sportbike World Championship.
Bersama tim ProGP Niti Racing, Arai menunggangi Yamaha YZF-R7 dan menargetkan tembus lima besar. Kesempatan ini diraihnya setelah sukses menjadi runner-up R3 BLU CRU World Cup 2025, membuktikan jalur pembinaan Yamaha berjalan konsisten dan berjenjang.
Di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC), Yamaha menurunkan Wahyu Nugroho dan Muhammad Faerozi di kelas SS600 dengan Yamaha YZF-R6.
Wahyu Nugroho berambisi meraih gelar juara setelah finis keempat musim 2025. Ia juga akan tampil di All Japan Road Race Championship menggunakan YZF-R6. Sementara Faerozi menargetkan posisi tiga besar dan ingin mengulang raihan double podium seperti di Mandalika 2025.
Di kelas AP250, Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi siap bersaing menggunakan Yamaha YZF-R3. Candra tampil impresif sebagai rookie tahun lalu dengan tiga podium dan finis kelima klasemen akhir. Musim ini, ia membidik gelar juara.
Fadhil yang sempat naik podium di Sepang juga bertekad kembali menorehkan hasil maksimal.
Program pembinaan Yamaha semakin lengkap dengan keterlibatan Sabian Fathul Ilmi di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship. Pembalap berusia 13 tahun itu akan tampil penuh satu musim setelah sebelumnya mencicipi pengalaman sebagai wild card di Buriram 2025.
Saat itu, Sabian mampu finis posisi keempat di race 1 dan keenam di race 2, hasil yang menunjukkan potensinya di masa depan.
Assistant General Manager CS Division YIMM, Johannes B.M. Siahaan, menegaskan bahwa keberhasilan pembalap Yamaha di berbagai ajang internasional merupakan bukti efektivitas program pembinaan Yamaha Racing Indonesia.
Menurutnya, persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari latihan fisik dan mental terstruktur, pengembangan teknis motor berbasis data dan racing DNA, hingga kolaborasi solid antara pembalap, engineer, manajemen tim, sponsor, dan dukungan pemerintah.
“Kami menyadari, prestasi ini bukan hasil kerja satu individu, melainkan kolaborasi kuat antara pembalap, tim, engineer, manajemen, sponsor, pemerintah dan dukungan para pecinta motorsport Indonesia” ujarnya.
Dengan komposisi tujuh pembalap muda berbakat dan dukungan teknis yang matang, Yamaha Racing Indonesia optimistis menghadapi musim 2026. Target improvement dan prestasi maksimal menjadi fokus utama, baik di kejuaraan dunia maupun Asia.
Kiprah Yamaha di level internasional bukan sekadar partisipasi, melainkan upaya serius membawa nama Indonesia bersaing di peta balap dunia.