lensautama – Pebalap Turki, Toprak Razgatlioglu, memulai babak baru dalam karier balapnya dengan menjalani debut di kelas utama MotoGP pada akhir pekan ini di Thailand. Momen istimewa tersebut terasa semakin bermakna karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Bagi Toprak Razgatlioglu, tampil perdana di ajang tertinggi balap motor dunia bukan hanya tantangan profesional, tetapi juga ujian fisik dan spiritual yang harus dijalani secara seimbang.
Di tengah tuntutan fisik tinggi dan ketatnya persaingan MotoGP, Toprak mengaku tetap berusaha menjalankan ibadah puasa. Namun, ia menyesuaikan jadwalnya demi menjaga performa saat berada di atas motor.
“Saya sempat puasa di awal Ramadan. Tapi saat harus naik motor, saya butuh energi penuh. Setelah tes selesai, saya lanjut puasa lagi beberapa hari” ujarnya.
Toprak memilih tidak berpuasa saat menjalani sesi latihan maupun balapan untuk memastikan kondisi fisiknya tetap optimal. Ia juga memastikan akan kembali fokus menjalankan ibadah setibanya di Turki setelah agenda balapan selesai.
Secara teknis, Toprak Razgatlioglu masih dalam tahap adaptasi dengan motor MotoGP. Salah satu tantangan terbesarnya adalah karakter ban depan Michelin yang berbeda dibandingkan dengan yang ia gunakan di kejuaraan sebelumnya.
Perbedaan karakter ban memengaruhi gaya pengereman dan kestabilan saat memasuki tikungan, aspek yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama pebalap asal Turki tersebut.
Meski demikian, Toprak tidak memasang target tinggi pada seri perdananya. Ia lebih fokus memahami motor, ritme balapan, serta membangun kepercayaan diri di lintasan.
Debut Toprak Razgatlioglu di Thailand menjadi salah satu sorotan utama akhir pekan ini. Sirkuit yang dikenal memiliki suhu tinggi dan tingkat kelembapan ekstrem menjadi tantangan tambahan, terlebih saat dijalani di bulan Ramadan.
Namun, bagi Toprak, kesempatan tampil di MotoGP adalah mimpi yang akhirnya terwujud. Ia ingin menikmati setiap momen sekaligus menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing di level tertinggi.
Bagi Toprak Razgatlioglu, menjalani debut MotoGP saat Ramadan bukan sekadar ajang pembuktian di lintasan, tetapi juga perjalanan spiritual yang ia jalani dengan penuh kesadaran dan keseimbangan. Kombinasi profesionalisme dan komitmen terhadap keyakinan menjadi warna tersendiri dalam langkah awalnya di panggung MotoGP.

