lensautama – Inter Milan harus menelan pil pahit pada leg pertama babak playoff Liga Champions musim ini. Bertandang ke markas Bodø/Glimt di Stadion Aspmyra, Nerazzurri takluk dengan skor 1-3 dalam laga yang berlangsung di tengah suhu dingin Norwegia.
Hasil ini membuat langkah Inter Milan tersendat dan berada di ujung tanduk jelang leg kedua yang akan digelar di Giuseppe Meazza pekan depan. Kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi wakil Italia itu untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri.
Sejak awal laga, Inter Milan terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Faktor suhu dingin serta penggunaan rumput sintetis di Aspmyra menjadi tantangan tersendiri bagi skuad asuhan Cristian Chivu.
Tuan rumah tampil lebih agresif dan mampu memanfaatkan momentum. Dua gol cepat yang dicetak Bodo/Glimt di babak kedua membuat Inter kehilangan intensitas permainan. Alih-alih bangkit, Inter Milan justru semakin tertekan oleh atmosfer stadion yang bergemuruh.
Musim ini, Bodo/Glimt memang telah membuktikan diri sebagai kuda hitam berbahaya. Mereka sebelumnya sukses menumbangkan tim-tim besar seperti Manchester City dan Atlético Madrid, sehingga kekalahan Inter Milan bukan sepenuhnya kejutan.
Namun, bagi Inter yang musim lalu melaju hingga final Liga Champions, hasil ini tetap menjadi sinyal peringatan serius.
Cristian Chivu tak menampik bahwa kondisi lapangan sintetis memberi tantangan tambahan bagi Inter Milan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan pembenaran atas kekalahan timnya.
“Kami sudah berusaha, meski kondisi lapangan berbeda. Tapi itu bukan alas an” ujar Chivu.
“Mereka lebih beradaptasi dengan lapangan ini, tapi sekali lagi itu bukan alasan. Duel masih terbuka, masih ada leg kedua” ungkapnya
Pelatih asal Rumania itu menegaskan Inter Milan masih memiliki peluang besar untuk membalikkan agregat saat bermain di hadapan pendukung sendiri di Giuseppe Meazza.
Masalah Inter Milan tak berhenti pada papan skor. Kapten sekaligus ujung tombak mereka, Lautaro Martínez, harus ditarik keluar akibat cedera otot.
Cedera Lautaro Martinez tentu menjadi kabar buruk bagi Inter Milan. Ketajaman sang striker sangat dibutuhkan pada leg kedua untuk mengejar defisit dua gol. Jika kondisinya belum pulih, Nerazzurri akan kehilangan sosok sentral di lini depan.
Kini, Inter Milan wajib tampil lebih agresif dan efektif di kandang sendiri. Dukungan penuh suporter di Giuseppe Meazza diharapkan mampu menjadi energi tambahan untuk membalikkan keadaan dan menjaga asa melangkah ke babak berikutnya Liga Champions.

