Jakarta – Julian Johan dipastikan akan menjadi wakil Indonesia pada ajang Rally Dakar 2026 yang digelar pada 3–17 Januari 2026 di Arab Saudi. Keikutsertaan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 14 tahun absen dari salah satu reli paling ekstrem di dunia tersebut.
Kehadiran Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje menjadi babak baru bagi motorsport Tanah Air. Sebelumnya, hanya dua pereli Indonesia yang pernah merasakan kerasnya Rally Dakar, yakni Tinton Soeprapto pada 1988 serta Kasih Anggoro pada 2010 dan 2011.
Jeje mengungkapkan bahwa keikutsertaan para seniornya menjadi pemantik motivasi untuk mewujudkan mimpi tampil di Rally Dakar. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar soal kemampuan teknis, melainkan juga keberanian dan kenekatan besar.
“Mereka termasuk orang-orang yang membuat saya memiliki motivasi lebih untuk melanjutkan perjuangan mereka di Rally Dakar. Dakar itu tidak hanya butuh biaya besar, tapi juga keberanian dan kenekatan” ujar Julian Johan, yang akan berpasangan dengan Mathieu Monplaisi asal Prancis sebagai co-driver.
Rally Dakar dikenal dengan lintasan panjang dan medan ekstrem yang menguji fisik, mental, serta ketahanan kendaraan. Jeje menegaskan bahwa kesiapan finansial saja tidak cukup untuk menaklukkan reli legendaris yang pertama kali digelar pada 1978 tersebut.
“Dengan medan yang sangat ekstrem, punya dana kuat saja tidak cukup. Kita harus berani dan nekat, walaupun belum tahu hasil akhirnya akan seperti apa” lanjutnya.
Meski Rally Dakar 2026 menjadi debutnya, Julian Johan bukanlah sosok asing di dunia reli. Ia mengaku sudah lama mengikuti perkembangan Dakar, meski sebelumnya hanya dari kejauhan. Kini, ia benar-benar terjun langsung untuk merasakan tantangan sesungguhnya.
Dalam hal persiapan, Jeje fokus pada teknik mengemudi di medan pasir. Mobil yang digunakan, Toyota Land Cruiser 100, bukan kendaraan baru baginya sehingga proses adaptasi relatif minim.
Pengalaman latihan di Maroko, Afrika Utara, menjadi bekal penting jelang Rally Dakar 2026. Menurutnya, karakter medan dan iklim di sana cukup mirip dengan Arab Saudi.
“Latihan di Afrika sangat membantu saya mendapatkan gambaran besar tentang apa yang akan dihadapi di Dakar nanti” jelas Julian Johan.
Menyadari ketatnya persaingan, Julian Johan memilih memasang target realistis. Ia tidak ingin terbebani ambisi berlebihan pada debutnya di Rally Dakar.
“Kalau menargetkan juara di debut rasanya terlalu berlebihan. Target saya sederhana, bisa finis setiap hari, mobil dalam kondisi utuh, dan seluruh tim tetap aman” paparnya.
Berbekal pengalaman di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2023 dan 2024, Julian Johan juga mempersiapkan perlengkapan survival seperti obat-obatan, perlengkapan camping, serta pengetahuan rescue dan recovery kendaraan.
“Pengetahuan recovery mobil sangat berguna. Saya merasakannya langsung saat latihan, dan itu jadi pelajaran penting untuk Dakar” tutur Jeje.
Menariknya, mobil yang akan digunakan Julian Johan merupakan Toyota Land Cruiser yang pernah mengantarkan Toyota Jepang juara Rally Dakar pada awal era 2000-an. Mobil tersebut kini tampil dengan livery merah putih, sebagai simbol kebanggaan Indonesia.
“Warna merah putih mewakili Indonesia. Ini adalah statement bahwa Indonesia kembali hadir di Rally Dakar” pungkas Julian Johan.
Dengan semangat juang tinggi dan persiapan matang, kiprah Julian Johan di Rally Dakar 2026 diharapkan mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung motorsport dunia.

