Lensautama – Inter Milan menunjukkan mental juara saat menghadapi Napoli dalam lanjutan Serie A. Sempat tertinggal dua gol, Nerazzurri bangkit secara dramatis dan membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan 3-2 di Giuseppe Meazza.
Kemenangan ini menjadi bukti karakter kuat Inter Milan. Lautaro Martinez dan kawan-kawan tidak menyerah meski sempat berada dalam situasi sulit. Tiga poin tersebut sekaligus menjaga start sempurna Nerazzurri pada awal musim Serie A.
Napoli sempat membuat publik Giuseppe Meazza terdiam pada awal babak kedua. Matteo Politano membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-50 melalui gol yang membuat Inter berada dalam tekanan.
Tiga menit berselang, Napoli kembali mencetak gol. Rasmus Hojlund menggandakan keunggulan menjadi 2-0 dan membuat Inter berada di ambang kekalahan.
Namun, Inter Milan tidak kehilangan kepercayaan diri. Lautaro Martinez memperkecil ketertinggalan pada menit ke-56 sekaligus menghidupkan kembali harapan tuan rumah untuk membalikkan keadaan.
Setelah mencetak gol pertama, Lautaro terus menjadi ancaman bagi pertahanan Napoli. Tekanan Inter Milan semakin deras memasuki menit-menit akhir pertandingan.
Usaha Nerazzurri akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-82. Marcus Thuram mencetak gol penyama kedudukan dan mengubah skor menjadi 2-2.
Ketika pertandingan diperkirakan akan berakhir imbang, Lautaro kembali muncul sebagai pahlawan. Kapten Inter Milan tersebut mencetak gol keduanya pada menit ke-91.
Gol tersebut memastikan comeback spektakuler Nerazzurri sekaligus membawa Inter menang 3-2 atas Napoli di Giuseppe Meazza.
Hasil tersebut membuat Inter Milan mengawali musim dengan sempurna. Nerazzurri mencatat tiga kemenangan beruntun dan mengoleksi sembilan poin.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, menilai kemenangan atas Napoli menjadi bukti keberanian dan karakter para pemainnya.
“Keberanian kami terbayar. Ini merupakan iklan yang luar biasa untuk sepakbola Italia” kata Chivu.
Chivu juga memberikan apresiasi kepada Napoli yang mampu membuat pertandingan berlangsung sengit. Lima gol tercipta pada babak kedua dalam laga dengan tempo tinggi tersebut.
Gelandang anyar Inter Milan, Curtis Jones, juga merasakan langsung atmosfer panas Giuseppe Meazza. Pemain asal Inggris yang baru bergabung dari Liverpool itu masuk pada awal babak kedua dan menjadi bagian dari kebangkitan Nerazzurri.
Jones mengaku langsung merasa nyaman bersama rekan-rekan barunya di Inter.
“Saya merasa seperti di rumah bersama mereka. Sejak hari pertama, mereka luar biasa” ujar Jones.
Pemain yang pernah menjadi kapten Liverpool tersebut juga membantah anggapan bahwa Serie A merupakan kompetisi yang membosankan.
“Orang-orang bilang Serie A membosankan dan Premier League tidak. Tapi Anda tidak melihat pertandingan hari ini” katanya.
Jones turut memberikan pujian khusus kepada Chivu. Menurutnya, pengalaman Chivu sebagai mantan pemain membuat sang pelatih mampu memahami permainan dari sudut pandang pemain.
“Dia salah satu dari kami” tutur Jones.
Di kubu Napoli, pelatih Massimiliano Allegri harus menelan kekecewaan. Napoli sebenarnya sudah berada dalam posisi ideal setelah unggul 2-0 pada awal babak kedua.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan. Kebangkitan Inter Milan membuat Napoli harus meninggalkan Giuseppe Meazza tanpa membawa pulang satu poin pun.
Allegri mengakui timnya harus tampil lebih baik setelah gagal mengamankan kemenangan yang sudah berada di depan mata.
“Kami harus berbuat lebih baik. Sepakbola memang tidak memiliki logika” keluh Allegri.
Kemenangan 3-2 atas Napoli menjadi pernyataan kuat Inter Milan pada awal musim. Comeback dari ketertinggalan dua gol menunjukkan bahwa Nerazzurri memiliki mentalitas dan daya juang untuk bersaing di papan atas Serie A.

