lensautama – menjadi panggung yang kurang bersahabat bagi Marc Marquez dan Alex Marquez. Keduanya gagal meraih hasil maksimal pada MotoGP Inggris 2026 yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026).
Marc Marquez yang memperkuat Gresini Racing harus puas finis di posisi ketujuh. Hasil tersebut membuat perjuangannya dalam perburuan gelar juara dunia semakin berat karena jarak dengan pemuncak klasemen, Jorge Martin, kini melebar menjadi 40 poin.
Marc mengakui performa motor dan ban sebenarnya tidak mengalami masalah berarti. Namun, pembalap asal Spanyol itu kesulitan menemukan kecepatan yang cukup untuk bersaing dengan para pembalap di barisan depan.
“Dari sudut pandang paling optimistis, target kami adalah finis lima besar” ujar Marc.
Pembalap yang telah mengoleksi delapan gelar juara dunia tersebut juga menilai dirinya belum mampu memaksimalkan potensi motor seperti yang dilakukan sang adik, Alex Marquez. Kondisi kebugaran fisik turut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan sepanjang balapan.
Berbeda dengan Marc, Alex Marquez sebenarnya mengawali balapan di Sirkuit Silverstone dengan performa menjanjikan.
Start dari posisi ketujuh, Alex mampu merangsek ke barisan depan dan bahkan sempat melewati Marco Bezzecchi. Peluang untuk mengamankan podium pun terbuka lebar.
Namun, harapan tersebut sirna setelah Alex melakukan kesalahan di Tikungan 1. Terlambat melakukan pengereman membuat ban belakang kehilangan cengkeraman sehingga posisinya kembali merosot.
“Sesuatu yang sebenarnya tidak bisa dimaafkan dari sisi saya” kata Alex.
Kesalahan tersebut kemudian berdampak terhadap kondisi ban. Alex harus mengubah gaya balap dan lebih berhati-hati hingga memasuki lap-lap terakhir.
Pada akhirnya, pembalap Ducati tersebut harus puas finis di posisi keempat dan kehilangan kesempatan untuk mengamankan podium di MotoGP Inggris 2026.
Marco Bezzecchi menjadi salah satu pembalap yang mampu memanfaatkan kondisi balapan dengan lebih baik. Pembalap Italia tersebut berhasil menjaga kondisi ban belakang hingga dua putaran terakhir.
Strategi tersebut membuat Bezzecchi mampu mempertahankan posisinya di depan Alex Marquez.
Alex sebenarnya masih berusaha memberikan tekanan. Ia bahkan sempat mencatatkan waktu yang lebih cepat dibandingkan Pedro Acosta.
Namun, kondisi ban yang semakin menurun membuat perjuangannya semakin sulit. Selain itu, turbulensi akibat aerodinamika motor pembalap lain juga membuat Ducati yang dikendarainya tidak mudah dikendalikan secara optimal.
Hasil MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone menjadi pekerjaan rumah bagi Marc dan Alex Marquez.
Bagi Marc, finis ketujuh membuatnya kehilangan poin penting dalam persaingan menuju gelar juara dunia. Selisih 40 poin dari Jorge Martin menjadi tantangan besar yang harus segera dipangkas pada seri-seri berikutnya.
Sementara bagi Alex, posisi keempat terasa mengecewakan karena peluang podium sebenarnya terbuka lebar. Kesalahan di Tikungan 1 serta degradasi ban membuatnya harus kehilangan momentum yang sudah dibangun sejak awal balapan.
Dengan persaingan MotoGP 2026 yang semakin ketat, duo Marquez dituntut segera bangkit pada seri berikutnya. Performa konsisten dan kemampuan mengelola ban akan menjadi faktor penting untuk menjaga peluang mereka di papan atas klasemen.

