lensautama – FC Barcelona harus menelan kekalahan pahit usai takluk 0-2 dari Atlético Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA di Camp Nou.
Sejak awal pertandingan, FC Barcelona tampil dominan dan mencoba mengontrol jalannya laga. Beberapa peluang emas berhasil diciptakan, terutama melalui aksi Marcus Rashford yang beberapa kali mengancam lini pertahanan Atlético. Namun, rapatnya pertahanan lawan serta performa gemilang kiper Juan Musso membuat Barcelona gagal mencetak gol di babak pertama.
Petaka bagi FC Barcelona terjadi pada menit ke-41. Bek muda Pau Cubarsí harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah usai tinjauan VAR. Bermain dengan 10 orang membuat Barcelona kehilangan keseimbangan dan kesulitan mempertahankan ritme permainan.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan oleh Atlético Madrid. Menjelang turun minum, Julián Álvarez berhasil memecah kebuntuan melalui tendangan bebas yang tak mampu dibendung penjaga gawang Barcelona.
Memasuki babak kedua, FC Barcelona tetap berusaha bangkit dan menekan pertahanan lawan. Meski demikian, efektivitas serangan menjadi masalah utama karena peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Sebaliknya, Atlético Madrid justru berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-70 lewat gol yang dicetak Alexander Sørloth. Gol tersebut semakin mempersulit langkah Barcelona untuk mengejar ketertinggalan.
Hingga peluit akhir dibunyikan, FC Barcelona tidak mampu mencetak gol balasan. Kekalahan ini membuat mereka berada dalam posisi sulit menjelang leg kedua. FC Barcelona wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal tiga gol jika ingin memastikan tiket ke semifinal Liga Champions UEFA.
Dengan hasil ini, FC Barcelona menghadapi tekanan besar untuk bangkit pada laga berikutnya. Dukungan penuh suporter dan strategi yang lebih efektif akan menjadi kunci jika mereka ingin membalikkan keadaan dan menjaga asa di kompetisi elit Eropa tersebut.

