Jakarta – Kabar gembira bagi para pengemudi ojek online (ojol) dan kurir berbasis aplikasi. Pemerintah memastikan Bonus Hari Raya (BHR) tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan dengan total anggaran mencapai Rp220 miliar, atau dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi ratusan ribu mitra ojek online yang selama ini mengandalkan momentum Lebaran untuk meningkatkan pendapatan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa BHR 2026 akan diterima sekitar 850 ribu mitra pengemudi ojek online dan kurir aplikasi.
“Nilainya dua kali dari tahun lalu” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (3/3).
Sebagai perbandingan, pada 2025 total BHR dari perusahaan aplikator seperti GoTo dan Grab berada di kisaran Rp105–110 miliar.
Tahun ini, masing-masing perusahaan mengalokasikan sekitar Rp110 miliar, sehingga total anggaran untuk pengemudi ojek online dan kurir mencapai Rp220 miliar.
Pemerintah mendorong agar penyaluran Bonus Hari Raya untuk mitra ojek online dilakukan lebih awal, yakni H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Hari Raya Idulfitri.
Langkah ini diharapkan dapat membantu para pengemudi mempersiapkan kebutuhan Lebaran tanpa tekanan finansial yang berlebihan.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para pekerja sektor informal berbasis aplikasi.
Menurutnya, peningkatan BHR bagi pengemudi ojek online dan kurir online diharapkan dapat membuat mereka menyambut Lebaran dengan lebih tenang dan sejahtera.
Bonus Hari Raya bagi ojek online diatur melalui Surat Edaran resmi dengan sejumlah ketentuan utama:
- Diberikan kepada mitra aktif yang terdaftar dalam 12 bulan terakhir.
-
Dibayarkan secara tunai.
-
Besaran minimal 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih setahun.
-
Perhitungan dilakukan secara transparan oleh perusahaan aplikasi.
Kebijakan ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek online dan kurir berbasis aplikasi, yang menjadi tulang punggung layanan transportasi dan logistik digital di Indonesia.
Dengan kenaikan anggaran yang signifikan, para mitra ojek online kini memiliki harapan lebih besar untuk menikmati momen Lebaran 2026 bersama keluarga dengan kondisi finansial yang lebih stabil.

