Site icon LensaUtama

Julian Johan Tunjukkan Konsistensi di Dakar Rally 2026, Bertahan di Posisi 11 Overall

Julian Johan

Jakarta – Nama Julian Johan kembali mencuri perhatian publik Tanah Air setelah pembalap Indonesia yang akrab disapa Jejelogy ini menunjukkan performa konsisten di ajang Rally Dakar 2026.

Keikutsertaan Julian Johan di salah satu kompetisi balap paling ekstrem di dunia ini bukan sekadar mimpi kecil, melainkan hasil perjalanan panjang yang terinspirasi dari dua senior pembalap Indonesia yang lebih dulu tampil di Dakar.

Bagi Julian Johan, keberanian dan kenekatan menjadi dua faktor utama yang harus dimiliki untuk menaklukkan kerasnya medan Dakar Rally. Menurutnya, kekuatan finansial saja tidak cukup untuk bertahan di reli lintas benua tersebut.

“Karena dengan medan yang sangat ekstrem dan panjang, ternyata kita yang punya finansial yang kuat saja tidak cukup untuk ikut, tapi kita harus nekat dan memberanikan diri walaupun kita belum tahu akan seperti apa hasilnya” ujar Julian Johan.

Memasuki hari ke-3 atau Special Stage (SS) 2 Dakar Rally 2026, Julian Johan mengabarkan dirinya masih berada dalam kondisi kompetitif. Ia berhasil menyelesaikan etape dengan lancar dan mempertahankan posisi di papan klasemen.

“Alhamdulillah masih berkah diberi kelancaran sampai finish, kita masih konsisten di posisi ke-11 secara overall dan posisi ke-6 di kelas H2” ujar Jeje dalam keterangannya.

Stage 2 Dakar Rally 2026 diakui Jejelogy sebagai etape yang jauh lebih melelahkan dibandingkan Stage 1. Jika pada etape sebelumnya jarak tempuh mencapai 365 km, maka pada Stage 2 total lintasan membentang hingga 513 km, dengan rute yang kini telah berpindah ke Al Ula.

“Panjang trek SS2 itu bikin kita dari subuh sudah keluar dan sampai paddock finish jam 17.00 sore. Capek, kepala pusing pakai helm seharian karena kurang oksigen, fokus juga suka pecah” ungkapnya.

Meski demikian, Julian Johan tetap bersyukur bisa menyelesaikan etape tanpa kendala besar. Ia menilai tantangan ini masih tergolong awal dan akan semakin berat di etape-etape berikutnya.

Dalam menghadapi reli yang masih panjang hingga 17 Januari 2026, Julian Johan memilih untuk tidak mengambil risiko berlebihan. Fokus utamanya adalah menjaga kondisi kendaraan agar tetap kompetitif hingga garis akhir.

“Enggak mau ambil risiko lebih karena saya ingin mobil ini tetap bisa membawa kami sampai garis akhir. Untuk mempertahankan posisi ini saja menurut saya sudah lebih dari cukup,” jelas Julian Johan.

Ia pun membuka peluang untuk meningkatkan performa pada SS3, namun tetap mengedepankan keselamatan dan konsistensi.

“SS3 nanti kita lihat bisa push lagi atau enggak. Semoga diberikan kelancaran. Terima kasih teman-teman” jelas Jeje.

Keberhasilan Julian Johan bertahan di papan atas klasemen Dakar Rally 2026 menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level dunia, sekaligus mengharumkan nama bangsa di ajang motorsport paling menantang.

Exit mobile version