Cara Pengereman Motor Matik Ketika Jalan Menurun

Advertisements

Lensautama.com – Motor matik berbeda dengan motor yang menggunakan kopling. Saat menghadapi jalan turunan, pengguna motor kopling dapat menurunkan gigi agar kendaraan melambat sekaligus menjadi rem juga. Akan tetapi, hal tersebut berbeda dengan motor matik.

Biasanya, saat jalanan turun, pengemudi motor matik akan melepas gas dan memainkan rem yang terletak ditangan. Padahal hal tersebut salah besar dan justru akan membahayakan si pengemudi. Kenapa? karena dengan menekan tuas rem secara terus menerus dapat mengakibatkan  panas akan muncul karena gesekan antara kampas rem dan cakram. Hal ini bisa membuat kaliper menjadi panas sehingga seal piston memuai. Bila seal piston sudah macet, maka motor tidak tidak akan bisa menekan kampas rem secara sempurna alias blong.

Berikut ini ada tips dari Jusri Pulubuhu selaku instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting, yang sangat berguna,

Suhu Rem Cepat Panas

Suhu rem di motor matik bisa cepat panas karena gaya berkendara yang salah. Seperti dengan menekan tuas rem secara terus-menerus saat melewati jalanan menurun. Menurutnya, ada teknik khusus saat melakukan proses pengereman motor di jalanan menurun.

“Ketika melewati medan ekstrem tanjakan dan turunan, maka sistem pengereman motor akan bekerja lebih keras. Efeknya bisa menimbulkan brake fading, atau penyusutan kemampuan rem akibat suhu panas,” terangnya

“Untuk motor matik, diawali kecepatan yang tidak terlalu kencang saat menurun. Jangan baru mengerem saat sudah melewati turunan,” terang Jusri.

Pengereman Squish

“Selanjutnya, gunakan teknik pengereman squish. Jadi rem sedikit, kemudian rem dilepas, begitu seterusnya. Rem tidak boleh dipanteng atau ditekan terus-menerus, karena ini bisa membuat temperatur panas. Kalau sudah panas, walaupun rem dibejek, dia akan blong,” terangnya lagi.

Selain itu, ia juga mengingatkan pengendara motor matik supaya jangan menutup gas saat melewati jalan menurun.

“Motor harus tetap digas, jangan malah nutup gas. Karena kalau ditutup, motor akan meluncur bebas tanpa hambatan. Ini seperti ketika motor manual ditarik koplingnya,” ujarnya memberi gambaran.


 

Komentar pembaca

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
%d blogger menyukai ini: