Para Orang Tua Harus Mengerti Dalam Merawat Jenis Rambut Bayi

Advertisements

Lensautama – Rumah Sakit Awal Bros yang merupakan jaringan rumah sakit swasta nasional adalah grup rumah sakit yang memiliki jumlah akreditasi dari Joint Commission Internasional (JCI) terbanyak di Indonesia.

Rumah Sakit Awal Bros sampai saat ini memiliki 12 Rumah Sakit yang terletak di Banten, Bekasi, Jakarta, Makassar, Palangkaraya, Pekanbaru, Tangerang, Ujungbatu dan Panam Riau.

Pada kesempatan ini Rumah Sakit Awal Bros membahas tentang Perawatan Rambut Bayi, kecepatan pertumbuhan rambut berbeda-beda berdasarkan umur dan jenis kelamin serta dipengaruhi oleh hormon, kecukupan nutrisi, dan faktor genetik dan Fase pertumbuhan rambut terdiri dari fase tumbuh, fase istirahat, dan fase lepas.

Dalam kandungan, pertumbuhan rambut pada janin dimulai sekitar usia 8-12 minggu kehamilan. Rambut tumbuh di semua bagian tubuh kecuali di bibir, telapak tangan dan telapak kaki, dengan panjang dan ketebalan yang berbeda-beda.

“Perawatan rambut pada bayi agar para orang tua mengerti dalam merawat jenis rambut bayi. Dalam kandungan siklus ini telah berlangsung dan bayi lahir umumnya dengan rambut di kepala yang banyak dan tebal” Ujar Dr. Robert Soetandio, Sp.A – Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang.

Dr. Robert menjelaskan, pada awalnya rambut terlihat tipis setelah gugur, karena beberapa bayi tidak langsung memasuki fase tumbuh yang baru. Umumnya pada usia 1.5 – 2 tahun telah tumbuh rambut baru permanen,”

Kadang kala rambut yang gugur pada bayi membentuk pola tertentu atau hanya di bagian tertentu saja, misalnya di belakang kepala. Hal ini masih dapat dianggap normal pada bayi berusia kurang dari 6 bulan.

“Apabila bayi anda mengalami hal ini, perhatikan pada sisi mana ia lebih banyak tidur atau apakah ada kebiasaan tertentu seperti menarik rambut atau membenturkan kepala” Ujarnya.

“Anda dapat mengurangi kecepatan gugurnya rambut dengan merubah posisi tidurnya bayi, tidak ada obat khusus yang akan mempercepat tumbuhnya rambut baru” Tutup Dr. Robert.

Komentar Pembaca