Kenapa Franchise Pasif Dianggap Bukan Waralaba Sebenarnya?

Advertisements

Lensautama.com – Franchise pasif pada inti dasarnya mewajibkan franchisor mencari investor yang siap dan rela mengikuti setiap aturan yang kita terapkan, meskipun 100% dana awal dari investor tapi mereka hanya bisa mendapatkan laporan keuangan tiap bulan atau secara gradual untuk melihat keuntungan yang mereka dapatkan.

Disatu sisi sangat menguntungkan para franchisee, karena tanpa perlu repot repot mengurus management dan operasional serta keuangan, sama seperti hal nya anda menanam saham di suatu perusahaan dimana ada banyak pihak yang ahli dibidangnya menjalankan perusahaan anda ini, namun anda tetap memiliki sepenuhnya bisnis tersebut.

Model franchise pasif seperti inilah yang dibutuhkan oleh banyak para peminat franchise untuk memiliki bisnis tanpa harus menggangu aktifitas investor. Inilah yang membuat Franchise Pasif dianggap bukan bagian dari franchise murni atau franchise sebenarnya, dimana franchise murni memang membutuhkan keterlibatan para franchisee untuk terjun langsung dalam bisnis atau usaha yang akan digelutinya.

Pengembangan jaringan dengan model franchise pasif seperti ini bisa duplikasi 10 (sepuluh) kali lebih cepat dengan meminimalisasikan resiko bubble economy karena percepatan pengembangan yang terlalu ekstrim, Kunci dari franchise pasif ini ada pada target jaringan dan keseragaman atau kesamaan yang diterapkan sehingga bisnis bisa dijalankan dengan sedikit resiko.

.

Lanjut Halaman 2


Komentar Pembaca