Penyebab Penjualan LCGC Menurun

Advertisements

Lensautama.com – Penjualan Mobil LCGC dalam 10 bulan belakangan ini menurun. Hal ini terbukti epanjang 10 bulan pertama 2018, angka penjualannya tercatat 190.733 unit. Angka ini turun 4,28 persen ketimbang periode yang sama di 2017. Penurunan penjualan berdasarkan data yang diolah dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dialami banyak pabrikan.

Salah satu faktor penyebab LCGC turun adalah dengan banyaknya motor baru yang keluar. Kendaraan roda dua di tahun 2018 kemarin banyak memperkenalkan model baru. Bagi sebagian orang yang mau pindah ke LCGC itu tentu akan menahan. Jadi, secara tidak langsung industri roda dua turut mempengaruhi industri roda empat.

“Taksi online sangat mengubah industri otomotif khususnya roda empat. Calon konsumen tidak perlu capek-capek bawa mobil, tinggal pesan, mobil datang, diantarin deh. Tidak perlu mikir bensin, tidak perlu mikir parkir. Biaya yang ditawarkan juga cukup murah. Dulu kan naik taksi. Sayangnya taxi biayanya mahal. Nah dengan taksi online masalah masalah terselesaikan,” ujar salah satu pemilik dealer roda empat yang tidak ingin disebut namanya.

Kalaupun LCGC banyak dibeli konsumen untuk kebutuhan usaha seperti taksi online, masa penjualan tertingginya dikatakan sudah lewat. Sebab besarnya kebutuhan LCGC untuk taksi online itu terjadi pada tahun 2017-2018 kemarin.

Leasing

Kalaupun ada calon konsumen yang hendak menyicil mobil, pihak leasing biasanya melakukan screening yang cukup ketat.  Hal ini karena imbas dari konsekuensi NPL (Non performing loan) atau kredit bermasalah. Hingga pihak ketiga (leasing) tentu harus melakukan pengetatan.

Komentar Pembaca