Citi Indonesia Asah Kemampuan Bisnis dan Jiwa Sosial Pelajar

Advertisements
JakartaCiti Indonesia (Citibank) melalui payung seluruh kegiatan CSR-nya, Citi Peka (Peduli dan Berkarya), bersama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) melanjutkan komitmennya dalam mendukung generasi muda untuk menjadi pebisnis cakap yang juga berjiwa sosial melalui diskusi bertajuk ‘Sociopreneur Talks: Social Enterprise Empowers People’ yang diselenggarakan di Jalan Jend. Sudirman, Jakarta Selatan.

Dengan menghadirkan para sociopreneur muda sukses sebagai narasumber, kegiatan ini menjadi sebuah sarana berbagi wawasan dan inspirasi tentang konsep dasar serta potensi masa depan kewirausahaan sosial kepada ratusan pelajar SMA/SMK di Jakarta.

Baca Juga : Citi Indonesia (Citibank)

Program yang didanai Citi Foundation ini telah berhasil memberikan dampak positif bagi 37.797 pelajar dari 112 SMA/K di 6 (enam) kota Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya,
Semarang, Denpasar dan Medan.

“Indikator kesuksesan sociopreneur bukan hanya diukur dari jumlah profit yang mampu dihasilkan, tapi lebih jauh, seberapa besar dampak sosial yang tercipta dari usaha yang dibangun” papar Elvera N. Makki, Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia.

“Melalui program kewirausahaan muda ini, kami berupaya membentuk wirausaha sosial muda dengan karakter pebisnis andal yang mahir dalam hal pengelolaan keuangan, serta memiliki orientasi dalam membantu penyelesaian masalah sosial yang tengah terjadi di lingkungan mereka” ujarnya.

“Generasi muda yang tengah mendominasi penduduk Indonesia perlu diberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas potensi diri, khususnya kewirausahaan, guna mendorong produktivitas mereka” jelas Robert Gardiner, Management Advisor Prestasi Junior Indonesia.

Harapan pada generasi muda untuk terjun menjadi sociopreneur juga disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Presiden mengajak para penerus bangsa untuk berpartisipasi menciptakan ekosistem kewirausahaan, yang bukan hanya mampu menghasilkan peluang kerja, tapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Minat dan antusiasme generasi muda terhadap kewirausahaan sosial atau yang dikenal dengan sociopreneur juga terus bergerak ke arah yang positif. Sebut saja rintisan aplikasi transportasi online yang berhasil memberdayakan ratusan ribu pengemudi, atau maraknya bisnis berbasis penggalangan dana, yang kehadirannya diterima dengan baik oleh masyarakat.

Komentar Pembaca