Ponorogo Kini Miliki Terminal Yang Megah

Advertisements

LensaUtama.com – Tak hanya Kota Solo di Jawa Tengah yang memiliki terminal bus megah. Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur kini kini memiliki terminal serupa. Sama seperti Terminal Tirtonadi yang merupakan terminal tipe A yang dikelola langsung oleh Pemerintah Pusat, Terminal Seloaji di Ponorogo juga merupakan terminal tipe A. Terminal ini baru saja diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, JumatĀ Terminal bus yang melayani bus-bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) ini dibangun dengan total investasi Rp 46 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Hadir dalam peresmian tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto, Wakil Gubernur Jawa Timur Saefullah Yusuf, dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Menurut Menhub Budi Karya Sumadi, terminal bus di berbagai daerah bisa menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pengoperasian bus-bus antarkota dalam provinsi, dan antarkota dalam provinsi harus saling terintegrasi sembari mengingatkan agar pengelolaan terminal ini selalu memperhatikan kondisi fasilitas utama dan fasilitas penunjang terminal agar memberi kenyamanan maksimal kepada penumpang. “Jangan sampai ada pungli,” Budi mengingatkan.

Data Kementerian Perhubungan RI menyebutkan, Terminal Seloaji Ponorogo dibangun sejak tahun 2013 hingga 2016. Alokasi dana dari APBN Pemerintah Pusat mencapai Rp 34 miliar ditambah dari APBD fase I Rp 6 miliar dan APBD fase II Rp 5,9 miliar. Total dana yang dikeluarkan untuk membangun terminal ini mencapai Rp 45,9 miliar.

Terminal Tipe A merupakan terminal yang dibangun sesuai persyaratan sesuai dengan Peraturan Menteri 132 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan.

Penyelenggaraan terminal tipe ini harus memisahkan penumpang dalam beberapa zona. Yakni, zona 1 untuk penumpang yang sudah memiliki tiket bus, Zona 2 untuk penumpang yang belum memiliki tiket atau zona campuran, zona 3 untuk area perpindahan penumpang dan zona 4 pengendapan kendaraan.

Komentar Pembaca