Mabes Polri Perkenalkan Unit Penjinak Bom Serta Aplikasi “Polisiku”

Advertisements

LensaUtama.com – Di Hall A Jakarta Convention Center Senayan, Mabes Polri memperkenalkan unit penjinak bom (bahan peledak) yang juga sering disingkat dengan sebutan JIBOM.

Alat Penjinak Bom dalam bentuk dan ukuran asli lengkap dengan seragam pasukan JIBOM ini, dibawa satuan Brimob & Densus 88 dalam event edukasi & training expo untuk diperkenalkan khusus kepada khalayak luas.

Nyoman Wardana selaku Pengampu Peralatan Penjinak Bom di Booth Lemdiklat Polri (Lembaga Pendidikan & Pelatihan Polri & Polwan Republik Indonesia) , “alat ini sesungguhnya memiliki kekhususan sebagai pendeteksi logam peledak, dengan tekhnologi pemindai lokasi yang disinyalir akan adanya ancaman bom, dengan dilengkapi dengan sensor seperti robot. Tim khusus kami dari Brimob dan Polri dituntut untuk meningkatkan kemampuan dalam pengenalan bom serta penanganan, dari kategori, temuan, ancaman ataupun setelah fase ledakan. Instansi seperti Unit Angkatan Darat & Paspampres salah satunya sudah dilengkapi dengan unit JIBOM”.

Pengenalan tehnologi anti terror yang sering dipergunakan oleh Pasukan Gegana & Densus 88 di booth Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polisi-Polwan dirasa penting guna menanggulangi ancaman teror yang acapkali marak disebarkan melalui broadcast Media Sosial, sehingga teror yang direncanakan dapat diantisipasi khususnya bagi generasi muda di Indonesia sebagai pengguna aktif Media Sosial seperti Twitter, Facebook dan Broadcast Message.

.

Hadirnya media sosial dan juga media korporasi internasional memberikan wajah baru pada aksi teror yang terjadi saat ini. dan dapat memberikan ancaman yang begitu besar. Begitu pula dengan kondisi saat ini dimana informasi dan teknologi komunikasi telah berkembang pesat, pemberitaan melalui siaran televisi atau yang secara tidak langsung opini publik terkontruksi dari apa yang diberitakan oleh berbagai media mainstream. Jika dilihat dari perkembangan aksi teror yang paling dekat, aksi teroris yang terjadi di Sarinah, Jakarta merupakan serentetan peristiwa dari banyaknya aksi teror yang pernah terjadi.

.

Berbicara tentang kebebasan berpendapat, salah satunya di Media Sosial yang kurang tepat akan menimbulkan dampak yang kurang baik bagi masyarakat, salah satunya penyebaran isu. Informasi dari kepolisian yang diterima melalui tautan Broadcast dan Social Media berfungsi sebagai pencegahan atau preventif, pihak kepolisian dapat menyebarkan informasi yang bersifat himbauan untuk menghindari posting yang dilarang, terkait dengan SARA, fitnah atau menyebarkan kebencian kepada pihak lain melalui dunia maya.

.

Kini, masyarakat semakin dimudahkan dengan kecanggihan tekhnologi dan informasi melalui Internet, Broadcast Chat Message dan Media Sosial. Hal ini guna mensinergikan tugas polisi dalam hal cepat tanggap dengan seluruh lapisan dan anggota masyarakat,

.

Aplikasi yang secara gratis dan dapat dengan mudah diunduh melalui Google Play (Android) dan Apps Store (iOS) ini dapat memberikan bantuan pos polisi terdekat. Aplikasi ini memiliki 2 fitur utama:
Mencari pos polisi terdekat dari posisi user

  • Mencari pos polisi dimana saja di Indonesia. Dengan kategori bantuan diantaranya: Bantuan keadaan darurat, Pelayanan SIM, BPKB, STNK & SKCK, Laporan kehilangan, Laporan penyalahgunaan Narkoba/Miras, serta 2 layanan yang tidak dibawahi Polri:
  • UGD & Pemadam Kebakaran.

Aplikasi Layanan & Bantuan Polisi yang telah diperkenalkan secara resmi sejak 2016 tahun lalu ini akan memudahkan pengguna handphone dengan apps PolisiKu dapat melihat jarak pos polisi dari lokasi user, alamat pos polisi, lokasi pos polisi pada peta, nomor telepon pos polisi, dan langsung menelepon dengan cara menekan button pada aplikasi, jam pelayanan pos polisi, syarat dan ketentuan pelayanan.

Komentar Pembaca