Samsung Bekerja Sama Dengan Palang Merah Indonesia Berikan Bantuan Untuk Lombok Senilai Rp 1,5 Milyar

Advertisements
JakartaBencana alam di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini merupakan rangkaian gempa yang dimulai pada 29 Juli 2018 dengan beberapa kali goncangan antara empat hingga tujuh Skala Richter dan menurut laporan Palang Merah Indonesia per tanggal 15 September 2018, total jumlah warga yang terdampak bencana ini adalah 509.677 orang dengan rincian 560 orang meninggal dunia, 7.757 orang luka-luka, dan 396,032 orang terpaksa mengungsi.

Samsung Electronics Indonesia hari ini menyerahkan donasi Rp 1,5 Milyar melalui Palang Merah Indonesia (PMI) yang akan menyalurkan bantuan kepada para korban gempa Lombok.

Keseluruhan dana akan digunakan untuk membangun 500 hunian sementara bagi 500 kepala keluarga, konstruksi dan rehabilitasi sistem perpipaan, tampungan air dan titik distribusi sepanjang kurang lebih dua kilometer di sekitar area masyarakat yang terdampak gempa, penyediaan jamban sehat, layanan kesehatan PMI yang di dalamnya termasuk klinik keliling dan home based care, satu unit ambulans untuk PMI kabupaten Lombok Timur, serta persediaan air bersih sebanyak 200.000 liter di Dusun Lekok dan Menggala – Lombok Utara.

Samsung Electronics Indonesia bersama karyawan Service Center secara mandiri juga telah membuka Posko Samsung Peduli serta dapur umum di titik pengungsian Dusun Lekok dan Menggala dimulai pada tanggal 16 September yang lalu.

Posko Samsung Peduli di titik pengungsian Dusun Lekok dan Menggala telah melayani pencucian baju untuk 771 orang dan mencuci rata-rata 1.770 pakaian setiap harinya, sedangkan Dapur Umum Samsung menghasilkan hingga lebih dari 9.000 bungkus makanan dan team service center memberikan perbaikan gratis untuk 23 unit alat elektronik yang rusak sebagian besar akibat bencana gempa.
“Kami sangat prihatin dengan apa yang menimpa saudara-saudara kita di Lombok, terutama untuk area-area yang terkena dampak gempa paling besar dan masih membutuhkan bantuan, yaitu di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Untuk itu kami bangun Posko Samsung Peduli di Dusun Lekok dan Menggala, Lombok Utara” ujar JaeHoon Kwon, President Samsung Electronics Indonesia.

“Program ini kami mengharapkan bisa menghasilkan manfaat bagi 20.000 masyarakat terdampak sehingga mereka memiliki semangat untuk membangun kembali hidup mereka pascabencana gempa Lombok” Tambahnya.

“Kami menyambut baik bantuan Samsung dan siap untuk menyalurkan donasi bagi masyarakat Lombok. Diskusi dan koordinasi yang dilakukan sangat cepat dan kooperatif. 500 hunian yang akan kami bangun, akan membantu hingga 2.000 jiwa sedangkan layanan kesehatan kami targetkan untuk melayani hingga 5.000 jiwa” jelas Ritola Tasyama, Sekretaris Jenderal PMI.

“Kami berharap rangkaian program ini termasuk pengadaan air bersih dapat meningkatkan kualitas kesehatan warga dan menurunkan risiko kematian pascabencana gempa NTB” tambah Ritola Tasyama.

Tinggalkan Balasan

Double Column Posts

Double Column Posts Subtitle

Lima Finalis Motor Terbaik Pilihan Forwot (Forum Wartawan Otomotif) 2018

Lensautama.com -  Pasar sepeda motor nasional tetap menunjukkan gairahnya di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan pasar domestik nasional periode Januari hingga...

Masih Bingung Perbedaan Mirroring, Mirorlink, Miracast Bahkan Airplay Baca Ini

Jakarta - Asuka Car TV bukanlah teknologi yang hanya ikut-ikutan dan berhenti menerobos teknologi jaman dalam bidangnya. Kembali lagi terkait dengan sering terjadi kekeliruan terhadap penggunaan kata Mirrorlink dan Mirroring,...

Chief Pomade Jangkau Indonesia Lebih Luas Dengan Buka Toko Online di Shopee

Jakarta - Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, secara resmi luncurkan Chief Barber & Supplies Co Official Shop, salah satu barbershop lokal terdepan dan perawatan rambut pria...

Mitsubishi Xpander Sebagai Car of the Year 2018 Versi Wartawan Otomotif

Jakarta - FORWOT Car of the Year tahun ini diramaikan oleh 23 mobil baru yang dirilis selama periode Agustus 2017 hingga Juli 2018. Jumlah ini menurun dibandingkan peserta tahun 2017...

%d blogger menyukai ini: