Omela dari Frisian Flag Jadi Mitra Paling Pas Pengusaha Kuliner Tanah Air

Advertisements
Jakarta – Frisian Flag Indonesia (FFI) bersama Lotte Grosir hari ini menggelar aktivitas bertajuk “Inspirasi Horeka: Kreasi Aneka Dessert Nusantara bersama Frisian Flag”, dengan melibatkan sekitar 400 pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di area Jakarta dan sekitarnya.

Pada kesempatan ini, FFI juga secara resmi memperkenalkan kemasan terbaru dari produk taste enhancer krimer kental manis andalannya, Omela, yang hadir dalam ukuran lebih besar, 490 gram.

Saat ini bisnis kuliner mampu melengkapi gaya hidup masa kini, berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), sektor kuliner menyumbang 41,4% dari total produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia – terbesar dari 16 subsektor yang ditangani Bekraf.

Kehadiran platform aplikasi berbasis transportasi yang membantu memudahkan pemesanan dan pengiriman makanan, tak ayal menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan pelaku UMKM, khususnya di bidang kuliner.

Baca Juga : Frisian Flag Indonesia (FFI) 

“Pertumbuhan industri bisnis kuliner tanah air, memberi peluang sekaligus tantangan bagi Frisian Flag Indonesia untuk dapat terus berinovasi dan memberikan produk berkualitas, yang disukai sekaligus sesuai dengan kebutuhan masyarakat” jelas terang Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro.

“Inovasi pada kemasan baru Omela ini, juga lebih ramah lingkungan, dengan penyertaan label yang tercetak langsung pada kaleng – menjadikannya produk printed can pertama dari FFI, sekaligus menjadi satu-satunya di lini produk sejenis yang saat ini beredar di pasaran” tambahnya.

Dukungan terhadap para pelaku bisnis kuliner juga diberikan oleh pusat perkulakan penyedia produk kebutuhan usaha terkemuka, Lotte Grosir – yaitu dengan rutin menggelar kegiatan Inspirasi Horeka (Hotel, Restoran, dan Katering) sebagai bagian dari Horeka Day.

“Memanfaatkan produk favorit Omela dari Frisian Flag, beragam minuman dan camilan khas nusantara juga dapat dikreasikan dengan lebih mudah dan lezat” jelas Marketing Director PT Lotte Mart Indonesia, Evi Lionawan.

Omela dari Frisian Flag, adalah taste enhancer berbentuk produk krimer kental manis yang ditujukan untuk para pelaku bisnis kuliner (Horeka modern dan tradisional) dan telah hadir di Indonesia selama lebih dari 20 tahun.

Dengan rasa yang gurih dan lezat, varian produk ini paling pas digunakan untuk menambah kenikmatan aneka menu dari produk kuliner  mulai dari kopi, teh, es campur, es buah hingga berbagai macam penganan seperti kue-kue, martabak, pisang dan roti bakar.

“Melalui kegiatan hari ini, FFI dan Lotte Grosir mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan pelaku UMKM yang bergerak di industri kuliner. Selain dengan menghadirkan produk terbaik dan berkualitas, gelaran acara inspiratif dan edukatif, kami harap dapat membantu meningkatkan kapasitas pelaku bisnis kuliner di Indonesia” tutup Andrew.

Tinggalkan Balasan

Double Column Posts

Double Column Posts Subtitle

Lima Finalis Motor Terbaik Pilihan Forwot (Forum Wartawan Otomotif) 2018

Lensautama.com -  Pasar sepeda motor nasional tetap menunjukkan gairahnya di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan pasar domestik nasional periode Januari hingga...

Masih Bingung Perbedaan Mirroring, Mirorlink, Miracast Bahkan Airplay Baca Ini

Jakarta - Asuka Car TV bukanlah teknologi yang hanya ikut-ikutan dan berhenti menerobos teknologi jaman dalam bidangnya. Kembali lagi terkait dengan sering terjadi kekeliruan terhadap penggunaan kata Mirrorlink dan Mirroring,...

Chief Pomade Jangkau Indonesia Lebih Luas Dengan Buka Toko Online di Shopee

Jakarta - Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, secara resmi luncurkan Chief Barber & Supplies Co Official Shop, salah satu barbershop lokal terdepan dan perawatan rambut pria...

Mitsubishi Xpander Sebagai Car of the Year 2018 Versi Wartawan Otomotif

Jakarta - FORWOT Car of the Year tahun ini diramaikan oleh 23 mobil baru yang dirilis selama periode Agustus 2017 hingga Juli 2018. Jumlah ini menurun dibandingkan peserta tahun 2017...

%d blogger menyukai ini: