Dualisme Kepengurusan Berakhir, Syam Resfiadi Sah Pimpin Asphurindo

Polemik berkepanjangan dualisme kepengurusan Asphurindo (Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan In-bound Indonesia) akhinya menemui titik terang

Advertisements

Lensautama.com | Polemik berkepanjangan dualisme kepengurusan Asphurindo (Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan In-bound Indonesia) akhinya menemui titik terang, setelah Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji Umrah (PHU) turun tangan menginisiasi islah kedua kubu asosiasi tersebut di kantor Kemenag pada Senin, (9/4).

Dalam pertemuan yang dihadiri Dirjen PHU Nizar Ali dan Direktur Haji Khusus dan Umrah Arfi Hatim itu mempertemukan dua pihak yakni versi Munas Syam Resfiadi dengan pihak Munaslub Magnatis Chaidir.

Dari hasil pertemuan tersebut dicapai kesepakatan islah, dimana Syam Resfiadi akan memimpin Asphurindo dengan mengakomodir kepengurusan dari pihak Magnatis.

“Islah yang ada ini karena Magnatis Cs menyerahkan semua apapun keputusan kepada pak Dirjen. Pak Dirjen menyatakan bahwa saya (Syam Resfiadi) ketua Asphurindo, silahkan akomodir teman-teman para pengurus yang ada di Asphurindo Magnatis,” terang Syam Resfiadi, Ketua Umum Asphurindo kepada wartawan usai pertemuan islah.

Keputusan Dirjen PHU tersebut diterima dengan baik oleh kedua pihak, dan Magnatis pun secara spontan dan ucapan tidak menolak serta menyetujui apapun keputusan yang telah ditetapkan itu.

“Hanya, bahwa kalau memang islah ini berjalan nanti akan kita buat tim khusus untuk membuat bagan baru di bawah ketua umum hasil munas, yaitu adalah tetap kita minta akta (versi Magnatis) itu dihapus, karena itu adalah awal dari kasus-kasus di pengadilan. Baik itu di Pengadilan Tata Usaha Negara, perdata dan proses pidana di Kepolisian,” jelas Syam.

Pencabutan akta versi munaslub atau Magnatis telah disetujui oleh Dirjen PHU Kemenag dan tertulis dalam notulen pertemuan.

Dengan dikeluarkannya instruksi dari Dirjen PHU Kemenag bahwa Syam Resfiadi sebagai Ketua Umum Asphurindo dan perintah pencabutan akta versi Magnatis, maka polemik dualisme kepengurusan Asphurindo akan segera berakhir.

“Sekarang kesepakatannya sudah ada, pihak Dirjen Kemenag akan menuliskan secara hitam di atas putih dengan di tandatangani oleh pak Dirjen atau pak Arfi termasuk pak Magnatis. Apabila ada yang keluar dari kesepakatan ini, maka dialah yang menjadi sumber masalahnya,” ujar syam.

Tinggalkan Balasan

Double Column Posts

Double Column Posts Subtitle

Manufaktur Terbesar di Indonesia Tingkatkan Pencapaian di Momen Penutupan

Jakarta - Manufacturing Indonesia 2018 Series of Exhibitions, pameran internasional di bidang teknologi dan layanan manufaktur terbesar di Indonesia tingkatkan pencapaian di momen penutupan, sekaligus menandai prestasi 32 tahunnya dalam...

Ingin Liburan Akhir Tahun Nyaman, Proteksi Diri dengan Asuransi

Jakarta - Menjelang libur akhir tahun, para traveller tentunya sudah mulai menyusun rencana liburan mereka, selain hari liburnya yang lebih panjang, para traveller ini ingin merasakan momen pergantian tahun dengan...

Rayakan Harbolnas 2018, TCL Gelar Diskon Besar Besaran di Lazada

LensaUtama.com - Pada ajang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) kali ini, salah satu e-commerce yaitu Lazada juga memberikan diskon besar besaran. Bahkan sejumlah merek ternama dipastikan ikut meramaikan pesta belanja...

First Media Raih Mobile DNA Award 2018

Jakarta - First Media, penyedia TV berbayar dan Fixed Broadband Cable Internet yang dioperasikan oleh PT Link Net Tbk. memperoleh penghargaan Mobile DNA Award 2018 untuk kategori Network dengan sub...

%d blogger menyukai ini: