DPS ke-9 Kemiskinan

Pontjo Sutowo: Kemiskinan Adalah Masalah Filsafat dan Ideologi

Diskusi Panel Seri ke-9 yang diselenggarakan Aliansi Kebangsaan, Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YNSB) dan FKPPI kali ini menyoroti masalah

Advertisements

Lensautama.com – Diskusi Panel Seri ke-9 yang diselenggarakan Aliansi Kebangsaan, Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YNSB) dan FKPPI kali ini menyoroti masalah pemberantasan kemiskinan yang dialami bangsa Indonesia saat ini.

Diskusi bertemakan “ATHG Dalam Negeri: Pemberantasan Kemiskinan” ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai pembicara seperti Prof. Prijono Tjiptoherijanto, Prof. Dr. Ir. Bunasor Sanim, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri dan Prof. Dr. La Ode Kamaluddin selaku moderator, serta Pontjo Sutowo sebagai Ketua Umum FKPPI, Ketua Aliansi Kebangsaan dan Pembina YNSB.

Mengawali diskusi, Pontjo Sutowo menyampaikan, masalah kemiskinan dan pemberantasan kemiskinan merupakan bagian dari masalah yang lebih besar, seperti masalah filsafat dan ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, bahkan masalah pertahanan dan keamanan yang perlu ditangani secara stimultan dan terintegrasi.

“Kemiskinan merupakan masalah filsafat dan ideology, oleh karena tujuan akhir dari semua filsafat dan ideology bahkan agama adalah mencari format yang tepat untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup,” papar Ponjto dalam sambutan Diskusi Panel Serial di Jakarta Convention Center, Sabtu (10/2/2018).

Sementara Prof. Dr. Bunasor Sanim mengangkat materi perbaikan nasib bangsa demi kelangsungan hidup bangsa. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor itu memaparkan tantangan yang berdampak pada nasib bangsa Indonesia.

Selain kondisi alam dan fisik lingkungan, lalu ada pula kondisi sosial budaya dan ekonomi yang memiliki permasalahan krisis ekonomi nasional.

“Permasalahan krisis kronis nasional yang berdampak pada kelangsungan hidup bangsa seperti kemiskinan, kesenjangan, dan pengangguran. Maka dapat ditentukan langkah-langkah perbaikan dengan memperkuat fondasi dan koridor agama serta Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Prof. Bunasor.

Didin S Damanhuri memberi catatan penyebab terjadinya kegagalan pemerintah dari masa ke masa dalam merealisasikan prinsip-prinsip ekonomi UUD’ 45 secara objektif dengan dibagi menjadi dua, yakni penyebab struktural dan kultural.

“Penyebab struktural seperti warisan struktur ekonomi kolonial dan feodal yang melekat baik secara fisik, peraturan per-UU-an maupun paradigma berpikir. Sedangkan penyebab kultural karena menjangkitnya korupsi secara massif yang tersebar baik eksklusif, legislatif dan judikatif bahkan ke civil society,” terangnya.

Maksud dari Diskusi Panel Serial ke-9 ini adalah mencari alternative kebijakan yang tepat agar masyarakat secara bertahap meninggalkan jeratan budaya miskin dan mendorong untuk mengejar taraf hidup yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Double Column Posts

Double Column Posts Subtitle

Perkuat Bisnis Logistik, Lalamove Perkuat Jangkauan Pengiriman Terbaik di Asia

Jakarta - Bisnis logistik dan pengiriman barang semakin melejit di Indonesia, Lalamove pemimpin dari penyedia jasa logistik dan on-demand delivery di Asia Tenggara dan Tiongkok kini kehadirannya mulai kuat di Jakarta....

Melalui ACT Mobil123 Serahkan Donasi Untuk Korban Gempa di Lombok

Jakarta - PT Mobil Satu Asia pemilik portal otomotif nomor 1 di Indonesia Mobil123.com dan Otospirit.com menyerahkan bantuan sebesar Rp 25.000.000,00 kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk mengurangi beban masyarakat...

Moza Memperkenalkan Produk Terbarunya Pada Gelaran Indocomtech 2018

Jakarta - PT Denka Pratama Indonesia yang merupakan distributor resmi produk elektronik khususnya aksesori kamera dan pemegang lisensi empat brand internasional terkenal, Moza, Mike, Zhiyun, dan Feiyu memperkenalkan produk terbarunya,...

Lima Finalis Motor Terbaik Pilihan Forwot (Forum Wartawan Otomotif) 2018

Lensautama.com -  Pasar sepeda motor nasional tetap menunjukkan gairahnya di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan pasar domestik nasional periode Januari hingga...

%d blogger menyukai ini: